Meremehkan Janji: Retaknya Ukhuwah Akibat Hilangnya Amanah

Meremehkan Janji: Retaknya Ukhuwah Akibat Hilangnya Amanah

Di tengah masyarakat kita, ada satu penyakit "halus" yang sering dianggap sepele, tapi dampaknya luar biasa merusak. Penyakit itu adalah: Gampang Mengumbar Janji, tapi Gampang Juga Mengingkarinya. Maka Khutbah kali ini terkait Sikap meremehkan Janji adalah keliru.

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
أَمَّا بَعْدُ…
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ
..وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita tingkatkan takwa kita. Takwa itu bukan cuma rajin ke masjid, tapi juga jujur saat berjanji dan amanah saat dipercaya.

Hari ini, mari kita bicara jujur-jujuran. Di tengah masyarakat kita, ada satu penyakit "halus" yang sering dianggap sepele, tapi dampaknya luar biasa merusak. Penyakit itu adalah: Gampang Mengumbar Janji, tapi Gampang Juga Mengingkarinya.

Mungkin kita sering mendengar kalimat:
"Tenang Pak, besok saya bayar hutangnya," tapi pas besok ditagih, malah yang berhutang lebih galak dari yang menagih.
Atau, "Insya Allah saya datang jam 8," tapi jam 10 baru bangun tidur. Padahal "Insya Allah" itu bukan kalimat untuk menolak halus, tapi janji kepada Allah.

Hadirin sekalian,
Kenapa meremehkan janji itu bahaya? Karena janji adalah Amanah. Dan amanah adalah lem yang menyatukan kita semua. Kalau amanah sudah hilang, maka retaklah persaudaraan (ukhuwah) kita.

Bayangkan jika dalam satu desa kita sudah tidak percaya satu sama lain. Mau pinjam cangkul ragu, mau titip pesan khawatir tidak sampai, mau gotong royong cuma jadi wacana. Hidup jadi tidak tenang, penuh curiga, dan akhirnya silaturahmi putus.

Allah SWT mengingatkan kita dengan sangat tegas dalam Al-Qur'an, Surah Al-Isra ayat 34:
وَأَوْفُوا۟ بِٱلْعَهْدِ ۖ إِنَّ ٱلْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔولًا
"Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra: 34)

Ayat ini pendek, tapi ngeri kalau kita resapi. Janji itu bukan cuma urusan kita dengan tetangga, tapi urusan kita dengan Allah. Di akhirat nanti, Allah tidak akan tanya seberapa tinggi pangkat kita, tapi Allah akan tanya: "Dulu kamu janji sama si Fulan, kenapa tidak ditepati?"

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ingatlah sabda Nabi, bahwa salah satu tanda orang munafik adalah "Jika berjanji, dia mengingkari." Tentu kita tidak mau dicap sebagai orang munafik oleh Allah hanya gara-gara urusan sepele yang kita remehkan.

Maka, sebelum lidah ini gampang berucap "Iya", pikirkan dulu sanggup atau tidak. Lebih baik jujur bilang "Maaf, saya belum bisa" daripada bilang "Iya" tapi akhirnya berbohong.

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat gemar berbohong dan menjadikan kita pribadi yang jujur serta amanah.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat yang berbahagia,
Sebagai penutup, mari kita bawa pulang satu pelajaran penting hari ini: Menjaga lisan adalah cara menjaga kawan.
Kalau kita ingin desa kita rukun, keluarga kita harmonis, dan rezeki kita berkah, mulailah dengan menjadi orang yang bisa dipegang omongannya. Jangan sampai karena urusan hutang yang tak dibayar atau janji yang tak ditepati, hubungan persaudaraan yang sudah dijalin bertahun-tahun hancur dalam sekejap. Mari kita berdoa agar Allah menyucikan hati kita dari sifat khianat.
اَلْحَمْـدُ للهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْـنَ، وَبِـهِ نَسْتَعِيْـنُ عَلَى اُمُـوْرِ الدُّنْـيَا وَالدِّيـنِ، وَالصَّـلاَةُ وَالسَّـلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلاَنْـبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْـنَ، وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْـبِهِ اَجْمَعِيْـنَ. اَشْهَـدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْـنُ، وَاَشْهَـدُ اَنَّ مُحَمَّـدًا عَبْـدُهُ وَرَسُـوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْـدِ اْلاَمِيْـنُ، اَللّـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْـحَابِـهِ اَجْمَعِيْـنَ . اَمَّابَعْـدُ: فَـيَااَيُّـهَا النَّـاسُ اتَّقُـوْ اللهَ حَقَّ تُقَـاتِـه وَلاَتَمُـوْتُـنَّ اِلاَّ وَاَنْـتُمْ مُسْـلِمُـوْنَ. اَللّـهُمَّ اغْـفِرْ لِلْمُسْلِمِيْـنَ وَالْمُسْـلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْـنَ وَالْمُؤْمِنَـاتِ اَلْاَحْياءِ مِنْـهُمْ وَاْلاَمْـوَاتِ، رَبَّنَاأَنْزِلْنَا مُنْزَلاً مُبَارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ. رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَٰتِحِينَ ، رَبَّـنَا اَتِـنَا فِى الدُّنْـيَا حَسَنَـةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَـةً وَقِنَاعَـذَابَ الـنَّارِ. وَالْحَمْـدُ للهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْـنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشْاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


0 Komentar