Pelatihan Dakwah Santri Ponpes Modern Ukhuwah Muslimin Dakka

Pelatihan Dakwah Santri Ponpes Modern Ukhuwah Muslimin Dakka


Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Suasana persiapan mulai terasa, termasuk di lingkungan santri kita. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pelatihan ceramah bagi para santri, di mana Ananda Azis terpilih untuk membawakan tema yang sangat mendalam: "Puasa dan Keutamaannya: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar.

Mengapa Harus Lebih dari Lapar?

Dalam sesi latihannya, Ananda Azis memberikan sebuah refleksi yang tajam namun menyejukkan. Beliau menyampaikan bahwa jika puasa hanya diartikan sebagai menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, maka esensinya menjadi sangat dangkal.
"Kalau hanya menahan lapar, orang yang sedang sakit atau mereka yang sedang diet ketat pun bisa melakukannya. Namun, puasa kita bukan sekadar urusan perut, melainkan urusan hati dan ketaatan,"
ujar Ananda Azis dalam potongan ceramahnya.

Landasan Iman: Surah Al-Baqarah Ayat 183
Poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah kembali kepada tujuan asal diperintahkannya puasa. Azis mengutip firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 183: 
ÙŠٰٓاَÙŠُّÙ‡َا الَّذِÙŠْÙ†َ اٰÙ…َÙ†ُÙˆْا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِÙŠْÙ†َ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُÙˆْÙ†َۙ
 "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

 Tujuan akhirnya bukan "Lapar", tapi "Taqwa". Ananda Azis menjelaskan bahwa Taqwa adalah perisai. Puasa yang sukses adalah puasa yang mampu mengubah karakter seseorang menjadi lebih sabar, jujur, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama.

Poin Utama Ceramah Ananda Azis Berikut adalah beberapa poin kunci yang akan disampaikan Ananda Azis dalam rangkaian dakwah Ramadhannya: 
  • Puasa Anggota Tubuh: Tidak hanya mulut yang berhenti makan, tapi mata, telinga, dan lisan juga "berpuasa" dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
  • Melatih Kejujuran: Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Penciptanya. Tak ada yang tahu jika kita minum di kamar mandi, namun rasa takut kepada Allah-lah yang menahan kita.
  • Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs): Memanfaatkan momentum Ramadhan untuk membuang penyakit hati seperti sombong dan iri hati. 


Mari kita dukung Ananda Azis dalam syiar dakwahnya. Semoga pesan yang disampaikan nanti dapat menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak termasuk golongan orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Selamat menyambut Ramadhan, mari raih predikat Taqwa yang sesungguhnya!

0 Komentar