| Lebaran Tanpa Beban: Mengguyur Debu Iri di Hari yang Fitri |
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
(Membaca Takbiratul Ihram/Takbiran: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar...)
Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah,
Hari ini, gema takbir memenuhi angkasa. Kita semua tampak rapi, berbaju baru, dan menebar senyum. Namun, mari kita tanya ke dalam diri kita masing-masing: Apakah hati kita sebersih baju yang kita pakai hari ini?
Ramadan baru saja pamit. Kita sudah lapar dan haus sebulan penuh. Tapi sayang seribu sayang, jika setelah sebulan berpuasa, hati kita masih menyimpan "debu" yang membuat sesak. Debu itu bernama Iri dan Dengki.
Hadirin yang berbahagia,
Kenapa iri dan dengki itu disebut beban? Karena orang yang iri itu sebenarnya sedang menyiksa dirinya sendiri. Dia yang kepanasan saat melihat tetangganya dapat nikmat. Dia yang sesak napas saat melihat saudaranya sukses.
Di hari yang Fitri ini, seringkali ujian hati justru datang saat kita berkumpul.
- Ada yang merasa iri melihat saudaranya pulang bawa mobil baru.
- Ada yang dengki melihat sepupunya punya jabatan tinggi.
- Akhirnya, momen Lebaran yang harusnya jadi ajang sambung rasa, malah jadi ajang pamer harta dan ajang panas-panasan hati.
Padahal, Rasulullah SAW sudah mengingatkan kita dengan sangat keras:
"Jauhilah olehmu sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud).
Bayangkan, Bapak-Ibu sekalian. Capek-capek kita puasa sebulan, bangun sahur, tarawih tiap malam, semua pahalanya hangus terbakar hanya karena kita tidak senang melihat orang lain senang. Rugi? Sangat rugi.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Lalu, bagaimana cara kita "Mengguyur" debu iri ini agar Lebaran kita benar-benar tanpa beban?
1. Sadarilah Bahwa Rezeki Bukan Lomba Lari
Rezeki orang lain tidak akan tertukar dengan rezeki kita. Kalau tetangga kita beli motor baru, itu memang jatahnya. Tidak perlu kita yang meriang. Ingatlah, Allah membagi rezeki dengan takaran yang paling pas untuk hamba-Nya.
2. Ganti Rasa Iri dengan Doa
Kalau melihat orang lain sukses atau saleh, jangan ingin nikmat itu hilang darinya. Tapi berdoalah: "Ya Allah, berkahilah dia, dan berikanlah aku kesuksesan yang serupa." Ini yang dibolehkan.
3. Matikan Layar, Nyalakan Hati
Di zaman sekarang, rasa iri sering muncul dari layar HP. Jangan biarkan postingan orang lain merusak kebahagiaan kita di alam nyata. Syukuri apa yang ada di depan mata kita hari ini: keluarga yang masih sehat dan hidangan yang bisa kita nikmati.
Hadirin sekalian,
Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai hari "Cuci Gudang" bagi hati kita. Buang sampah-sampah kebencian, buang kotoran rasa tidak suka.
Lebaran tanpa beban itu adalah saat kita bisa menjabat tangan saudara kita tanpa ada ganjalan di hati. Saat kita bisa berkata "Selamat ya, saya ikut senang" dengan tulus tanpa ada rasa panas di dada.
Sangat indah jika kita pulang dari tempat shalat ini dengan hati yang lapang. Tidak ada dendam, tidak ada iri, yang ada hanyalah kasih sayang. Inilah makna sejati dari kembali ke Fitrah.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, menyucikan hati kita dari sifat hasad (iri dengki), dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur.
0 Komentar